Obyek wisata Pantai Kedung Tumpang yang menyuguhkan keindahan panorama kolam air asin alami di pesisir selatan Tulungagung, Jawa Timur, ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Kunjungan paling banyak terjadi saat musim libur panjang, periode Juli-Agustus lalu dengan jumlah w__
__isatawan mencapai 10.000, bahkan lebih," tutur Poit Hadi Wijaya, salah satu penjaga pantai di wilayah pesisir Pantai Kedung Tumpang, yang terletak di Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung, Senin (30/11/2015) kepada Antara.
Karang Bolong Pantai Bawana, Ikon Baru Wisata Pantai Pulau Sumba
Indahnya Bukit Gebros di Pantai Jonggring Salaka, Malang
Jumlah kunjungan tersebut tidak dihitung secara spesifik oleh komunitas warga pesisir yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokadarwis) Pantai Kedung Tumpang melalui penjualan tiket masuk, melainkan berdasarkan perolehan jasa parkir kendaraan.
Dengan harga karcis jasa parkir senilai Rp 5 ribu per kendaraan roda dua, dan Rp 10-15 ribu untuk kendaraan roda empat pribadi atau kendaraan umum sejenis travel, Poit menyebut perolehan parkir saat itu per hari bisa tembus hingga Rp 30 juta.
Setelah musim libur panjang, sampai saat ini obyek wisata Pantai Kedung Tumpang yang memiliki 6 kolam air asin alami di atas tebing batuan karang itu masih ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Jatim, terutama setiap hari libur pada tanggal merah atau setiap Sabtu-Minggu.
Menurut Poit, perolehan jasa parkir kendaraan saat ini masih berkisar antara Rp 8-10 juta per hari.
"Dari perolehan itu, mayoritas kendaraan roda dua ditumpangi dua wisatawan. Jadi bisa diperkirakan jumlah pengunjung rata-rata setiap hari liburan yang bisa mencapai rata-rata 2.000-an kendaraan, baik roda dua maupun empat," ujar Tukiran, penjaga pantai yang bertugas di lokasi obyek wisata Pantai Kedung Tumpang.
Saat menyusuri kawasan pesisir Kedung Tumpang yang memiliki bentang panjang pantai sekitar satu kilometer dan didominasi batuan karang yang berhadapan langsung dengan laut selatan atau Samudera Hindia tersebut, Antara beberapa kali berpapasan dengan wisatawan domestik dari berbagai daerah di Jatim, Jateng, maupun luar Jawa.
Mereka rata-rata datang secara berkelompok, baik bersama anggota keluarganya, teman, ataupun yang berlatar belakang komunitas bikers (pemotor).
2016-10-10 |
Dilihat: 3208 x |
314