__yawan lepas (freelance) misalnya, mengaku lega bunga kartu kredit turun. Selvi mengaku pernah terkejut ketika melihat bunga yang harus dibayarkannya ketika terlambat membayarkan tagihan. Pasalnya, ketika itu, transaksi yang dilakukannya melalu kartu kredit cukup besar.
"Sebenernya nggak pernah hitung bunganya berapa, tapi kemarin sempat shock pas bayar tagihan karena telat bayar," ujar Selvi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (2/6).
Selvi sendiri sebelumnya tak mengetahui kebijakan penurunan bunga kredit tersebut. Kendati lega, dia mengaku tak akan serta merta meningkatkan transaksi kartu kreditnya.
Senada, Lidia (29), karyawan swasta yang berkantor di Jakarta juga mengaku senang mendengar penurunan bunga kartu kredit tersebut. Namun, Lidia mengaku selama ini jarang membayarkan bunga kartu kredit karena selalu membayarkan tagihan secara penuh sebelum jatuh tempo.
"Pernah telat bayar satu hari, tapi waktu itu bunganya nggak terlalu besar," ungkap dia.
Berbeda dengan Selvi dan Lidia yang jarang berurusan dengan bunga kartu kredit, Via (28) yang juga berprofesi sebagai karyawan swasta mengaku sering harus membayarkan bunga kartu kredit. Untuk itu, dia pun mengaku lega dengan penurunan bunga kartu kredit tersebut.
"Selisih turunnya sampai 20 persen, lumayan kalau transaksi kartu kredit lagi banyak," terangnya.
Via mengaku, sering tak langsung melunasi tagihan saat jatuh tempo. Akibatnya, dia pun harus membayarkan bunga atas sisa tagihannya.
"Sekarang sisa tagihan saya sekitar Rp2,7 juta. Kalau 2,95 persen, bunganya Rp80 ribu. Nah, kalau bunganya 2,25 persen, bunganya Rp61 ribu, selisihnya bisa untuk jajan," ungkapnya.
2017-07-02 |
Dilihat: 1415 x |
65