Dari Tukang Batu Menjadi Seniman: Kisah Inspiratif Ruslan di Balik Kampung Lukis 3D - Seputar Kediri

Dari Tukang Batu Menjadi Seniman: Kisah Inspiratif Ruslan di Balik Kampung Lukis 3D

Seputar Kediri -

Kisah Ruslan: Lahirnya Kampung Lukis 3D, Destinasi Seni Baru Kebanggaan Kabupaten Kediri

Di tengah ketenangan Desa Dawung, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, muncul sebuah destinasi unik dan penuh warna. Kampung Lukis Ruslan, sebuah tempat wisata 3D yang kini menjadi kebanggaan lokal, adalah buah dari kegigihan seorang pria paruh baya bernama Ruslan.

Saat ini, Ruslan dikenal sebagai seniman dengan tangan cekatan yang sibuk membersihkan kuasnya di antara aroma cat yang semerbak. Namun, perjalanannya tidak dimulai di depan kanvas.

Dari Tukang Batu Menuju Panggilan Seni

Sebelum dikenal sebagai seniman, Ruslan adalah seorang tukang batu yang menjalani profesi keras tersebut di usia muda demi bertahan hidup. Meskipun bekerja kasar, hasrat seninya tak pernah padam.

“Tapi setiap kali lihat tembok kosong, saya ingin menggambar. Seolah-olah tembok itu memanggil saya,” kenangnya.

Didorong oleh panggilan hati, ia akhirnya meninggalkan sekop dan batu. Ruslan merantau ke Surabaya untuk berguru pada pelukis senior, Pak Sochieb (alm). Selama empat tahun mengabdikan diri (ngawulo), ia mengasah teknik seni naturalis, yang kelak menjadi ciri khas karyanya.

Lahirnya Kampung Lukis Ruslan

Sekembalinya ke Kediri, Ruslan membuka rumahnya sebagai tempat berkumpulnya komunitas seni. Tempat ini segera menarik seniman dari Kediri, Tulungagung, Blitar, Nganjuk, hingga Jombang, dan dikenal sebagai Kampung Lukis Ruslan.

Awalnya berfungsi sebagai basecamp sederhana untuk diskusi, tempat ini kemudian berkembang atas usulan teman-teman seniman menjadi sebuah sanggar lukis. Sanggar ini membuka kelas melukis untuk anak-anak PAUD hingga umum.

Inovasi 3D di Tengah Pandemi

Tantangan datang ketika Pandemi Covid-19 melanda dan sempat menghentikan kegiatan sanggar. Namun, situasi sulit ini justru memicu munculnya ide brilian: mengubah sanggar menjadi destinasi wisata lukis tiga dimensi (3D).

“Awalnya cuma iseng,” ujar Ruslan. “Tapi lama-lama, banyak yang datang untuk berfoto dan belajar melukis. Dari situ saya sadar, seni bisa menjadi daya tarik wisata.”

Mendirikan wisata seni tidaklah mudah. Tantangan utamanya adalah menciptakan ide-ide segar untuk lukisan 3D yang membutuhkan perhitungan perspektif rumit, serta mengatasi tingginya biaya produksi seperti cat, bahan dinding, dan alat lukis.

“Kalau orang lain melihat tembok, saya melihat kanvas besar,” tegasnya.

Pengakuan dan Dukungan Pemerintah

Perjuangan Ruslan mulai membuahkan hasil. Upaya dan kreativitasnya menarik perhatian pemerintah daerah.

“Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri memberikan dukungan. Mereka sering ke sini dan melihat potensi Kampung Lukis Ruslan sebagai destinasi wisata lukis,” kata Ruslan.

Puncak pengakuan tersebut adalah peresmian Kampung Lukis Ruslan oleh Mas Dito pada tanggal 22 September 2023, yang semakin memantapkan posisinya sebagai destinasi seni rupa yang unik di Kabupaten Kediri.

0 Responses Write a Response

Leave Your Response

Mungkin Anda Menyukai Artikel ini