Hari Diabetes Sedunia 14 November: WHO Soroti 'Diabetes di Semua Tahap Kehidupan' - Seputar Kediri

Hari Diabetes Sedunia 14 November: WHO Soroti 'Diabetes di Semua Tahap Kehidupan'

Seputar Kediri -

Setiap tanggal 14 November diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia. Tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan tema "Diabetes di semua tahap kehidupan", menyoroti bagaimana penyakit metabolik kronis ini memengaruhi individu dari masa kanak-kanak hingga usia lanjut, termasuk masa reproduksi dan usia kerja.

Catharina Boehme, pejabat berwenang WHO Asia Tenggara, dalam pernyataan resminya, menyerukan pendekatan yang adil dan responsif terhadap pencegahan, diagnosis, dan pengelolaan diabetes untuk semua usia.

“Pada Hari Diabetes Sedunia, saya menyerukan kepada pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, tenaga kesehatan profesional, dan masyarakat untuk menegaskan kembali komitmen kita dan melipatgandakan upaya kita untuk mengatasi beban diabetes di semua tahap kehidupan,” ujarnya.

Pentingnya Pendekatan Sepanjang Hidup (Life-Course Approach)

Kampanye tahun ini menekankan pentingnya perawatan yang disesuaikan pada setiap fase kehidupan:

  • Anak-anak dan Remaja: Membutuhkan perawatan tepat waktu di rumah dan sekolah agar mereka dapat tumbuh, belajar, dan berkembang.
  • Kehamilan: Penderita diabetes selama kehamilan memerlukan dukungan kesehatan khusus demi masa depan ibu dan bayi.
  • Lansia: Memerlukan dukungan serta pengetahuan berkelanjutan untuk mengelola kondisi dan mengurangi risiko komplikasi.

Tantangan Diabetes di Asia Tenggara

Menurut badan kesehatan PBB, kawasan Asia Tenggara menghadapi beban diabetes yang signifikan:

  • Prevalensi: Lebih dari 279 juta orang dewasa hidup dengan diabetes.
  • Pengendalian Rendah: Jumlah kasus yang tidak terdiagnosis, tidak diobati, atau tidak dikontrol dengan baik masih tinggi.
    • Hanya satu dari tiga orang dewasa penderita diabetes yang menerima perawatan.
    • Kurang dari 15% kadar glukosa darahnya terkontrol dengan baik.

Respon dan Komitmen Kolektif Kawasan

Catharina Boehme menambahkan bahwa kawasan Asia Tenggara telah merespons tantangan ini melalui tindakan kolektif:

  1. Implementasi WHO HEARTS: Penerapan paket teknis WHO HEARTS dalam pelayanan kesehatan primer.
  2. Colombo Call for Action (2024): Pengesahan komitmen untuk memperkuat pencegahan dan pengendalian diabetes.
  3. Akses Pengobatan Terjangkau: Peningkatan akses terhadap pengobatan yang terjangkau, termasuk penyediaan insulin dan alat pemantau glukosa darah mandiri melalui paket Jaminan Kesehatan Nasional.
  4. Protokol Manajemen: Sebagian besar Negara Anggota telah memiliki protokol manajemen diabetes berbasis bukti, yang menyediakan setidaknya satu obat hipoglikemik di tingkat fasilitas kesehatan.

Boehme mengungkapkan kegembiraannya bahwa lebih dari 33 juta penderita diabetes telah ditempatkan pada manajemen berbasis protokol di fasilitas kesehatan umum di seluruh kawasan.

0 Responses Write a Response

Leave Your Response

Mungkin Anda Menyukai Artikel ini