Apa yang perlu dilakukan oleh seorang produser musik?

Sebelum George Martin, tugas seorang produser musik hanya mendokumentasikan dengan baik sebuah penampilan live. Greg Kot menjelaskan bagaimana pria hebat tersebut mengubah segalanya.
George Martin, yang meninggal pada 8 Maret 2016 lalu di usia 90 tahun, mungkin tak menciptakan peran produser musik kontemporer tapi dia membantu menetapkan hal-hal yang bisa dicapai seorang produser musik.
Sejak kematian Martin, artis dan produser dari beberapa generasi – Brian Wilson, Rick Rubin, Mark Ronson, Nigel Godrich – menunduk hormat, sebuah gestur yang biasanya dilakukan hanya untuk musisi legendaris seperti David Bowie atau James Brown.
Karya yang dihasilkan Martin bersama The Beatles pada era 1960an terus menerus dipelajari, ditiru dan dikagumi.
Sebelum era Martin, fungsi produser biasanya untuk memberikan dokumen lengkap interaksi musisi dan penyanyi secara langsung. Studio hanya dilihat sebagai tempat yang tepat untuk merekam penampilan live.
Jika musisi salah memainkan kord atau penyanyi bernada sumbang, maka tugas produser adalah menuntut rekaman ulang sampai semuanya terdengar pas.
Produser bertanggungjawab memilih lagu, menuntun aransemen, menyewa musisi latar, dan memastikan engineer merekam penampilan tersebut dengan kualitas terbaik.
Pada awal 1960an, Phil Spector kemudian mengubah pekerjaan yang awalnya hanya mengawasi semuanya ini menjadi penting dengan membuat orkestrasi yang rumit, melakukan manipulasi dengan seolah berganti-ganti penyanyi serta grup vokal dan memilih lagu-lagu terbaik, yang biasanya dibuat oleh "pabrik" penulisan lagu Brill Building di New York.
"Wall of Sound" Spector sangat khas adalah karyanya, bahkan dia menjadi lebih terkenal daripada artis yang diproduserinya.
"Perajin studio"
Martin mengawali reputasinya dengan memproduseri rekaman komedi pada 1950an, tapi dia sebenarnya adalah musisi yang terlatih secara klasik saat musik rock ’n’ roll mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan untuk waktu lama di Inggris pada awal 1960an.
Labelnya, Parlophone, ketinggalan merebut generasi pendengar yang baru, dan Martin tengah mencari band baru yang bisa dia produseri dan promosikan.
Saat The Beatles bergabung dengan labelnya, band itu sudah ditolak oleh semua label besar di Inggris.
Hubungan kerja mereka pada awalnya cukup konvensional, Martin menjadi sosok orang yang lebih tua yang membentuk bunyi khas The Beatles dan membentuk lagu-lagu mereka.
Martin membantu mengeluarkan Pete Best sebagai drummer dan kemudian memilih penggantinya, Ringo Starr, dan menyuruhnya untuk tak ikut dalam salah satu single awal band tersebut, karena seorang drummer sesi bisa lebih baik memainkan lagu itu.
Martin meyakinkan Paul McCartney untuk mencoba menambahkan seksi string pada lagu baladanya, Yesterday, dan dia menambahkan kecepatan kibor pada bridge In My Life dari John Lennon. Namun The Beatles bukanlah boneka yang bisa diatur, dan dengan cepat mereka bekerja dengan Martin sebagai rekanan setara.
Peran Martin berubah dari seorang bos menjadi teknisi, seorang perajin studio yang bisa mengubah ide paling aneh The Beatles menjadi bagian-bagian sonik tak terlupakan yang menambah nilai lagu itu.
Ingin sesuatu yang terdengar seperti alunan meditasi biksu Tibet dari puncak gunung? Sebuah crescendo yang tersengar seperti kiamat? Organ dari sirkus yang cocok untuk rumah sakit jiwa? Martin memberikan jawaban atas keinginan-keinginan itu untuk lagu-lagu ikonik seperti Tomorrow Never Knows, A Day in the Life dan Being for the Benefit of Mr Kite!

Martin menggunakan rekaman multi-track dan studio sebagai instrumen, memanipulasi bunyi yang membuat The Beatles sebagai band studio pertama di era pasca-Revolver.
Dengan bantuan Martin, band tersebut menghasilkan bebunyian yang tak bisa dihasilkan oleh drum, bass dan gitar di panggung, jadi kenapa mencoba?
The Beatles sebelumnya adalah band panggung dengan gaya dan kharisma yang kemudian menjadi band studio paling inovatif dalam sejarah rock, terutama karena empati dan kreativitas Martin, pemahamannya akan musik klasik serta apresiasinya akan avant-garde.
Dia adalah seseorang yang mengetahui musik Bach tapi juga bisa melempar kaset rekaman ke udara dan mengumpulkannya kembali menjadi kolase bunyi yang meriah.

  • Dilihat: 81 Kali
  • Diposting: 2016-10-17
  • Home